Air Aki ternyata bisa diminum lho??
Jika kita mendengar kata Aki, pasti yang terniang difikiran kita adalah, sesuatu air yang memiliki daya kimia yang sangat keras bahkan sangat berbahaya jika mengenai kulit . Dan ternyata ada tipe air aki yang bisa untuk diminum
Aki (ACCUmulator) atau disebut aki adalah salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor, baik mobil/motor. Semua memerlukan aki untuk dapat menghidupkan mesin mobil (mencatu arus pada dinamo starter kendaraan). Aki mampu mengubah tenaga kimia menjadi tenaga listrik.
Air Aki yg dijual kebanyakan dipasaran banyak yg beranggapan memilii pengaruh kimia yg keras, padahal Aki (ACCU) terdapat juga yang terisi ulang oleh air hujan. Segelintir orang menganggap bahwa air hujan itu berbahaya yang dapat menyebabkan sakit kepala (migrain) padahal setar adengan air aki (asam sulfat) yg sangat korosi, dan dia beranggapan bahwa air isi ulang aki itu juga korosif. Air isi ulang aki itu adalah air hasil penyulingan (destilasi). Jadi murni benar-benar air (H2O), nggak ada lagi mineralnya disitu, karena sudah disuling. Jaadi, ngga ada bahayanya sama sekali, kalee. Bukan Aki zuur lho, kalau Aki zuur itu isinya asam selfat yang dapat menyebabkan kulit kita bolong.
Aki Mempunyai 2 Jenis, Yakni :
- Aki basah : media penyimpanan arus listrik iini merupakan jenis paling umum digunakan.
Low Maintenance, Jenis ini bentuknya mirip dengan aki basah biasa dan tetap mempunyai lubang pengisian diatasnya. Bedanya, Aki ini sudah diisi dari pabrik pembuatan
Maintence Free, Aki jenis ini tidak mempunyai lubang pengisian air, meski berisi cairan, mirip dengan jenis low maintenance, aki ini juga diisi oleh pabrik. bahan perak yg dipakai buat elektroda membuat akinya tidak menguap
- Aki Kering :Aki jenis ini tidak memakai cairan, mirip seperti baterei telpon selular. Aki tahan terhadap getaran dan suhu rendah, dimensinya yang kecil bisa menimbulkan keuntnugan dan kerugian, aki ini tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus.
Reaksi Kimia Terhadap Air Aki
Pada saat aki digunakan, tiap molekul asam sulfat (H2S04) pecah menjadi dua ion hidrogen yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang bermuatan negatif (S04-). Tiap ion S04 yang berda dekat lempeng Pb akan bersatu dengan satu atom timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbS04) sambil melepaskan dua elektron,. Sementara proses kimia selama pengisian aki (charging) terjadi setelah aki melemah (tidak dapat me,masok arus listrik pada saat kendaraan hendak dihidupkan). Kondisi Aki dapat dikembalikan pada keadaaan semula dengan memberikan arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi saat discharging. Pada proses ini, tiap molekul air terurai dan tiap pasan hidrogen yang dekat dengan lempeng negativ bersatu dengan ion S04 pada lempeng negatif membentuk molekul asam sulfat. Sedangkan ion oksigen yg bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada lempeng positif membentuk Pb02. Reaksi kimia yang terjadi adalah :
2PbS04 + 2H20 ----> PbO2 + Pb + 2H2S02
Perbedaan Aki yang berbotol Merah & Biru
botol merah biasa disebut Aki zuur, "Air didalam botol warna merah dilabel atau ditutupnya itu untuk isi pertama aki, karena mnegadung assam sulfat. Asam sulfat atau H2SO4 mengandung elektrolit yang dapat menyimpan dan mengantarkan arus listrik, Namun air ini bisa menimbulkan gatal yang berlebih terjika mengenai kulit bahkan bisa membuat kulit bolong . Karena memiliki unsur elektrolit yang begitu tinggi , maka harus diisi pertama kali. Hal ini karena unsur sulfur yg begitu kuat, biasanya logam tertemtu akan lebih mudah karat. Nah, logam yang tahan dengan sifat sulfur ini adalah timbel (Timah hitam), bahasa kimianya Pb.
Lalu bagaimana dengan Aki yg berbotol biru??, Aki yang berbotol warna biru ialah air biasa atau air yang sudah mengalami deminerilisasi sehingga menjadi air murni. Air ini lantas diberikan sebagai air penambah jika kondisi air didalaam boks aki sudah mulai kering atau sudah mendekati garis batas bagian bawah. Air ini tidak mengandung logam sama sekali. "JADI KALU DIMINUM PUN TIDAK APA-APA", dan karena sifatnya yang bebas dari bhan yang berbahaya, maka diperukan untuk menambah volume air di aki. Sebab tidak akan menambah berat jenis H2SO4 yang masih ada. Sehingga kandungan mineralnya tetap, hanya volume cairanya saja yang bertambah .
Kesimpulan :
" Jadi, jika kita atau sebagai pengendara kendaraan motor/mobil tiba-tiba mengalami masalah mogok dikarenakan kekurangan air aki ditengah perjalanan, maka dapat mengisi ulangnya dengan menggunakan air mineral yang banyak ditemukan diwarung-warung jalan. "
Lalu bagaimana dengan Aki yg berbotol biru??, Aki yang berbotol warna biru ialah air biasa atau air yang sudah mengalami deminerilisasi sehingga menjadi air murni. Air ini lantas diberikan sebagai air penambah jika kondisi air didalaam boks aki sudah mulai kering atau sudah mendekati garis batas bagian bawah. Air ini tidak mengandung logam sama sekali. "JADI KALU DIMINUM PUN TIDAK APA-APA", dan karena sifatnya yang bebas dari bhan yang berbahaya, maka diperukan untuk menambah volume air di aki. Sebab tidak akan menambah berat jenis H2SO4 yang masih ada. Sehingga kandungan mineralnya tetap, hanya volume cairanya saja yang bertambah .
Kesimpulan :
" Jadi, jika kita atau sebagai pengendara kendaraan motor/mobil tiba-tiba mengalami masalah mogok dikarenakan kekurangan air aki ditengah perjalanan, maka dapat mengisi ulangnya dengan menggunakan air mineral yang banyak ditemukan diwarung-warung jalan. "
